#top-social-profiles{height:42px;text-align:right}#top-social-profiles img{margin:0 6px 0 0px !important} #top-social-profiles img:hover{opacity:0.8} #top-social-profiles .widget-container{background:none;padding:0;border:0} .social-profiles-widget img{margin:0 6px 0 0} .social-profiles-widget img:hover{opacity:0.8}

Total Pageviews

Friday, 27 June 2014

Segitiga

Bukan, ini bukan soal Segitiga Illuminati. Ini tentang Segitiga Hati.

Entahlah... Aku tak menaruh niat apa-apa ketika mulai meletakkan jari-jariku diatas keyboard untuk menuliskan apa yang aku rasa saat ini. Aku hanya ingin mencurahkan apa yang saat ini ada di hatiku, lebih tepatnya yang saat ini berlangsung dalam kehidupanku.

Sebuah Segitiga jelas terpampang setiap kali aku berhadapan dengan dua orang yang sama-sama berarti dalam hidupku. Temanku dan Seorang laki-laki impianku.

Pernahkah kalian dihadapkan pada dua pilihan seperti yang aku rasakan saat ini?
Dilema untuk memilih antara teman dan laki-laki impian. Mana yang akan kau perjuangkan? Mana yang akan kau pilih pada akhirnya?

Aku memang tidak pernah tahu pasti bagaimana perasaan laki-laki itu terhadapku, hanya saja aku ingin berjuang agar aku mendapatkan sedikit perhatian darinya. Tapi yang aku lihat saat ini adalah Dia jauh lebih dekat dengan temanku daripada denganku.

Padahal.....

Akulah yang lebih dulu mengenalnya.
Akulah yang lebih dulu menyukainya.
Akulah yang lebih dulu menginginkannya.
Akulah yang mengenalkannya pada temanku.

Dapatkah aku bertindak menuruti egoku untuk tetap berjuang dan memilih laki-laki itu ketimbang temanku?
Aku rasa aku dapat menurutinya.  Namun, apakah setelah itu aku akan mendapatkan predikat sebagai teman terjahat karena tidak menghargai perasaan teman sendiri yang juga mempunyai ketertarikan dengan laki-laki itu.

Tidak! Aku tidak boleh menuruti egoku sendiri. Aku harus tetap mengedepankan perasaan temanku.

Tapi bagaimana dengan perasaanku? Aku juga ingin memilikinya, aku juga ingin merasakan kasih sayangnya.

Lantas, apa yang harus aku lakukan?
Membiarkan dia bahagia walau tidak denganku atau memperjuangkannya dan membuat dia bahagia bersamaku?