#top-social-profiles{height:42px;text-align:right}#top-social-profiles img{margin:0 6px 0 0px !important} #top-social-profiles img:hover{opacity:0.8} #top-social-profiles .widget-container{background:none;padding:0;border:0} .social-profiles-widget img{margin:0 6px 0 0} .social-profiles-widget img:hover{opacity:0.8}

Total Pageviews

Tuesday, 22 September 2015

Takdirku (Tribute to Louis Braille)

Aku hadir di dunia yang penuh warna dan kilau cahaya
Aku hadir dengan kedua mata yang terbuka sempurna
Aku hadir tanpa kegelapan yang melanda
Namun takdirku....

Takdirku tidak selalu terang benderang
Takdirku tidak selalu penuh dengan warna
Kini aku dilanda gelap gulita
Tanpa suatu apapun didepan mata

Ku coba temukan terang
Ku coba mengusir gelap
Ku coba mencari lentera untuk sekedar mencari tahu

Mencari tahu apa yang terjadi 
Mencari tahu apa yang tersembunyi
Mencari tahu apa yang ada di balik Hitam ini

Titik-titik timbul ini...
Menuntunku untuk mengetahui apa yang ada
Menuntunku untuk mengetahui apa yang terjadi
Mengembalikan lagi cahaya yang telah lama redup
Mengembalikan lagi warna yang telah lama pudar

Kini takdirku...
Takdirku tidak selamanya gelap
Takdirku tidak selamanya Hitam
Sinarku kembali, warnaku kembali
Dan aku kembali...



(Selasa, 22 September 2015. 23:04 WIB).
-by Cahya Puteri Abdi Rabbi-

Saturday, 6 June 2015

Bagai Duri Yang Bernyawa

Puisi Sabtu Malamku, Sabtu malamku yang kelabu, yang tak dihiasi oleh setitik sinar bintang, yang turut meredupkan sinar hatiku dan binar cahaya mataku serta menghapus semangat dan kekuatanku untuk sekedar bertopang menghadapi kenyataan hati, kenyataan rasa yang kian berhembus perlahan mematikanku.

Sepoi sendu yang hadir disaat aku benar-benar pasrah akan apa yang ada dihadapan, semilir gundah yang kian merasuki diri dan turut menghisap warna hidupku menjadi semakin pudar dan abu-abu.


Iniliah duriku......


Bagai duri yang bernyawa, yang menghendaki pergerakannya sesuka hati, meninggalkan rasa yang tak tergambar oleh kata, bukan karena rasa itu indah membuncah, tapi karena rasa itu menoreh sesuatu bernama sesak dan gundah.

Bagai duri yang bernyawa, menohok apa saja yang ada dihadapannya, bagai jarum yang meletuskan balon hijau, membuat semuanya kacau.

Bagai duri yang bernyawa, menusuk tanpa belas, menggores tanpa kasih, dan pergi tanpa pamit.

Bagai duri yang bernyawa, meninggalkan bekas yang disebut dengan luka, luka mendalam yang membuat tetesan darah patah hati mengalir begitu deras, menimbulkan rasa sesak yang memenuhi rongga dada, menahan oksigen menyapa untuk sekedar aku menghela, menyisakan aku yang mati karena sesak, mati karena gundah, mati karena tak tahu arah untuk memulihkan semua.

Duriku, bagai duri yang bernyawa.




(Saturday, June 6th 2015. Cahya Puteri Abdi Rabbi.)



Monday, 16 March 2015

What's wrong with "Selfie" ?

Haiiii :D
Santai santai, kali ini bukan kata-kata curahan hati yang gue post hehe, gue mau ngomongin soal "Selfie".
Gatau kenapa, gue jengah aja tiap kali gue selfie pasti orang-orang di sekitar pada ngeliatin gue gitu, seakan-akan selfie adalah hal teraneh yang pernah dilakukan-_-

First of all, kita cari tahu bareng-bareng yuk, apa sih selfie itu?
Mungkin selama ini yang kita tahu, selfie adalah foto pake kamera depan dengan atau tanpa atribut tambahan kaya tongsis dan Fisheye, dan mungkin masih banyak atribut pembantu selfie yang lain.

So guys, Selfie adalah kepanjangan dari Self-potrait, yaitu teknik mengambil foto diri sendiri tanpa bantuan orang lain, alias foto selfie yang diambil menggunakan tangan sendiri. Foto selfie biasanya dilakukan pada moment-moment tertentu, kaya misalnya lagi jalan-jalan,makan di cafe, atau yang lain yang menurut si pelaku selfie moment tersebut adalah moment penting yang kudu diabadikan.

Jadi gini, gue termasuk orang yang suka selfie walaupun bukan maniac selfie yaaa-_- Gue juga suka mengabadikan moment-moment tertentu atau pas gue lagi pake baju bagus gitu,nah baru dah tuh gue demen selfie wkwk. Abaikannnnnnn!

Gini deh gini...
Kalian pasti pernah selfie kan? Nah pernah ga sih, pas kalian lagi enak-enaknya selfie trus di sekitar kalian orang-orang pada ngeliatin dengan lirikan mata yang seakan-akan berbicara,"Are you fucking kidding me? Ini tempat umum dan lo ga malu sama sekali buat pamer-pamer senyum atau bahkan manyunin bibir?"
Kalian tau, rasanya tuh orang-orang pengen gue timpuk pake hape-_-*engga deh becanda* Sekarang gue nanya nih, salah ga sih kalo kita selfie? Gue yakin kalian kompak jawab engga. Gue nanya lagi nih, salah ga sih kalo kita selfie ditempat umum? Lagi-lagi gue yakin kalian pasti jawab engga. Yakaliiii lo selfie sambil ngeringkuk didalem kamar atau dikamar mandi, kan ga banget bro-_-

Gue juga yakin, orang-orang yang memberikan pandangan kaya gitu disaat ada yang lagi selfie disekitarnya pasti pernah selfie juga. Trus masalah mereka apa? Kok ngeliatin orang lagi selfie sampe segitunya??!! Rasanya gue pengen teriak kaya gitu didepan mereka.

Bukan, ini bukan karena gue emosi gara-gara pas selfie diliatin sampe segitunya, gue malah ngerasa Am I fabulous?
Emang aneh ya kalo kita selfie? Kan engga, sekalipun gasuka selfie,pasti kalian suka difoto kan, hayooo ngakuuuu;;) Siapa yang gamau difoto disaat-saat penting apalagi pas jalan sama orang tercinta *ngasikkk.

Mengabadikan moment-moment tertentu itu menurut gue penting loh, karena kejadian hari ini gaakan mungkin terulang lagi dikemudian hari, even though lo masih dengan orang yang sama tapi pasti kejadiannya beda dan gaakan sama persis. Kecuali lo punya mesin waktu Doraemon yang bisa bikin lo balik lagi ke kejadian yang lo inginkan, iya ga sih?

So guys, c'mon! We must respect each other!
Disaat ada orang yang sedang melakukan aktifitas yang diinginkannya semacam selfie,  ya kita biasa aja, liat boleh tapi ya jangan dengan pandangan yang menganggu ditambah cibiran-cibiran gituloh.
Menurut gue, selama aktifitas or kegiatan yang dilakukan positif dan ga mengganggu orang sekitar ya biarin aja, toh cuma selfie.

Okey, that's all for today yaaa :)
Sorry banget inimah ya kalo post kali ini agak gimana-gimana, tapi gue beneran ga bermaksud loh._.v Ini berdasarkan pengalaman yang gue alamin barusan. No offense ya :) I'm just sharing. If you don't like,just ignore without having to be sneering each other :) Agree fellas? :)



Wednesday, 25 February 2015

Kusebut ini, penantian.

Kala diriku dirundung gelisah, sepi dan tak tahu harus apa.
Aku mengingatmu, seketika aku rindu.
Namun, seketika kembali aku termenung.
Aku masih dalam penantianku.

Penantian yang panjang, bahkan tak bosan untuk aku lakukan.
Walau kini hatiku bimbang dan selalu bertanya, masihkah ada harapan untukku saat ini?
Ku yakin ini yang biasa disebut orang dengan kekuatan cinta, tak peduli dengan apa yang didapatkan walau lelah dalam prosesnya.

Penantian...
Hari demi hari kulalui masih dengan tanya.
Hari demi hari kulalui tanpa jawaban.
Haruskah aku menyerah dalam penantianku selama ini?
Ku mantapkan hatiku dan berkata, TIDAK.

Karena...
Karena aku yakin tidak ada yang tidak mungkin didunia ini.
Dan aku masih yakin dengan hadirnya keajaiban.
Yang kini ku lakukan hanya berdoa dan berharap, walaupun kurasa sulit untuk menembus semua keinginan yang ku haturkan dalam doaku.
Ku tetap menanti, menanti sebuah keajaiban,
Ku tetap menanti, menanti sebuah jawaban,
Dari penantianku selama ini.

Biarlah bila yang ku nantikan tidak menghendakiku untuk menantinya.
Hatiku sudah berkata aku harus tetap menanti, walau sulit dan teramat rumit proses yang kujalani ini.
Ku tahu, penantianku tidak akan sia-sia. Maksudku, ku harap.

Ya, kusebut ini penantian.
Penantian panjang penuh peluh dan warna.
Kadang cerah, kadang kelabu.
Kadang berawan, kadang hujan.

Kau tahu?
Aku menikmati semua proses penantian ini selama kau masih bisa kulihat walau hanya dalam diam.
Aku menikmati semua proses penantian ini selama kau masih bisa memberikan seulas senyum padaku walau bukan senyum setulus yang aku harapkan.
Aku menikmati semua proses penantian ini selama aku masih bisa mendengar suaramu walau tak dapat sesering yang aku harapkan.
Aku menikmati semua proses penantian ini selama kau.......................

Masih mengizinkanku untuk tetap mengenal dirimu.