#top-social-profiles{height:42px;text-align:right}#top-social-profiles img{margin:0 6px 0 0px !important} #top-social-profiles img:hover{opacity:0.8} #top-social-profiles .widget-container{background:none;padding:0;border:0} .social-profiles-widget img{margin:0 6px 0 0} .social-profiles-widget img:hover{opacity:0.8}

Total Pageviews

Thursday, 25 September 2014

Waktu

Bagaimana jika jawaban dari sebuah pertanyaan diserahkan pada waktu?
Bagaimana jika waktu tak mampu menjawab?
Bagaimana jika penantianku akan jawaban terabaikan oleh waktu?

Apa tidak ada hal lain yang dapat menjawab?
Apa semua orang akan menjawab, "Biar waktu yang menjawab" pada setiap pertanyaan yang aku ajukan?
Apa tidak bisa pertanyaan ini terjawab langsung tanpa harus menunggu waktu?

Bagaimana jika aku bertanya pada langit? Akankah terjawab?
Bagaimana jika aku bertanya pada bulan dan bintang? Akankah terjawab?
Bagaimana jika aku bertanya pada ombak, angin dan rerumputan? Akankah terjawab?

Apakah kalian bertanya tentang pertanyaanku?
Apakah kalian bingung tentang apa yang sebenarnya aku pertanyakan?
Apakah kalian dapat menerka apa isi pertanyaanku?

Jika kalian bertanya apa pertanyaanku, maka.........
                   


Biarlah waktu yang menjawab....




Wednesday, 10 September 2014

Cinta Dalam Hati

Bukan, ini bukan lirik untuk sebuah lagu. Ini juga bukan bait untuk sebuah puisi. Ini hanya ungkapan perasaan, luapan dari sebuah rasa yang tak kunjung terbalas.

Aku tahu, cinta memang tak seharusnya menuntut balas, cinta memang seharusnya tak mengharapkan dicintai balik sebagai imbalan, cinta memang hanya mengutamakan ketulusan dan tak diperkenankan menuntut balas?

Tapi... Dapatkah kau lihat diriku? Lihat ketulusanku? Lihat bagaimana aku mencintaimu?
Tak tergerakah hatimu untuk memberikan sebuah kesempatan untukku mencurahkan semua cinta yang ada?
Apakah tidak ada?

Mungkin sudah seharusnya sejak dulu aku sadari,
Cinta yang ada hanyalah sia-sia...
Cinta yang ku berikan memanglah tak ada arti...
Cinta ini tak layak untuk kau sambut...
Tak layak untuk kau balas...
Tak layak untuk merasakan hangatnya cintamu...

Namun, biarkanlah aku mengagumi dalam sunyi.
Biarkan aku mencintaimu dalam diam.
Biarkan aku tetap menunggu hatimu menyambut diriku walau kurasa tak mungkin.

Sungguh, mencintaimu adalah bahagia untukku walau mungkin menjadi sebuah petaka bagimu.
Tak apa jika aku dan perasaan ini diabaikan, tak apa jika kau tak pernah bersedia memberikanku sedikit ruang untuk mengisi relung hatimu. Sungguh, tak apa kurasa.

Melihatmu tersenyum walau bukan untukku.
Melihatmu tertawa walau bukan karenaku.
Melihat semua hasil tarian jari jemarimu diatas keyboard yang kau publikasikan walau bukan ditujukan untukku.
Melihatmu bahagia bersamanya.
Aku bahagia melihat itu semua, sungguh bahagia.
Aku bahagia karena cinta yang kurasa untukmu menguasai diriku saat ini, walau hanya cinta terpendam, cinta dalam hati.





Wednesday, 3 September 2014

Ketika Cinta Datang

Ketika Cinta Datang...
Cinta...
Ketika semua yang tenang menjadi bergejolak
Ketika semua kesedihan tergantikan oleh senyum keindahan
Ketika hati meronta ingin mengetahui bagaimana kelanjutan akan rasa yang disebut cinta itu kelak


Ketika Cinta Datang...
Ketika semua yang dilakukan tak lagi berdasarkan logika
Ketika emosi cinta yang meluap kian menguasai diri
Ketika padang pasir yang gersang berubah menjadi taman bunga dengan wangi semerbak
Menciptakan keindahan, walau sesaat...


Ketika Cinta Datang...
Ketika hadirnya mampu menghilangkan senduku
Ketika hadirnya mampu memberikan warna di hidupku
Ketika hadirnya mampu menghapus semua kelabu di hatiku


Ketika Cinta Datang...
Hati tak pernah berhenti bergejolak
Emosi cinta tak pernah berhenti meluap
Harapan tak pernah berhenti terucap agar rasa tak bertepuk sebelah tangan


Ketika Cinta Datang...
Saat dalam setiap doa kusebut namamu
Saat dalam mimpi kutemukan dirimu
Saat dalam sepi kurasakan hadirmu menyapaku


Aku tidak pernah mengerti apa arti cinta sesungguhnya...
Tapi...
Ketika kurasa cinta itu datang
Semua terasa indah
Dirimu...  Cinta....