#top-social-profiles{height:42px;text-align:right}#top-social-profiles img{margin:0 6px 0 0px !important} #top-social-profiles img:hover{opacity:0.8} #top-social-profiles .widget-container{background:none;padding:0;border:0} .social-profiles-widget img{margin:0 6px 0 0} .social-profiles-widget img:hover{opacity:0.8}

Total Pageviews

Tuesday, 22 September 2015

Takdirku (Tribute to Louis Braille)

Aku hadir di dunia yang penuh warna dan kilau cahaya
Aku hadir dengan kedua mata yang terbuka sempurna
Aku hadir tanpa kegelapan yang melanda
Namun takdirku....

Takdirku tidak selalu terang benderang
Takdirku tidak selalu penuh dengan warna
Kini aku dilanda gelap gulita
Tanpa suatu apapun didepan mata

Ku coba temukan terang
Ku coba mengusir gelap
Ku coba mencari lentera untuk sekedar mencari tahu

Mencari tahu apa yang terjadi 
Mencari tahu apa yang tersembunyi
Mencari tahu apa yang ada di balik Hitam ini

Titik-titik timbul ini...
Menuntunku untuk mengetahui apa yang ada
Menuntunku untuk mengetahui apa yang terjadi
Mengembalikan lagi cahaya yang telah lama redup
Mengembalikan lagi warna yang telah lama pudar

Kini takdirku...
Takdirku tidak selamanya gelap
Takdirku tidak selamanya Hitam
Sinarku kembali, warnaku kembali
Dan aku kembali...



(Selasa, 22 September 2015. 23:04 WIB).
-by Cahya Puteri Abdi Rabbi-

Saturday, 6 June 2015

Bagai Duri Yang Bernyawa

Puisi Sabtu Malamku, Sabtu malamku yang kelabu, yang tak dihiasi oleh setitik sinar bintang, yang turut meredupkan sinar hatiku dan binar cahaya mataku serta menghapus semangat dan kekuatanku untuk sekedar bertopang menghadapi kenyataan hati, kenyataan rasa yang kian berhembus perlahan mematikanku.

Sepoi sendu yang hadir disaat aku benar-benar pasrah akan apa yang ada dihadapan, semilir gundah yang kian merasuki diri dan turut menghisap warna hidupku menjadi semakin pudar dan abu-abu.


Iniliah duriku......


Bagai duri yang bernyawa, yang menghendaki pergerakannya sesuka hati, meninggalkan rasa yang tak tergambar oleh kata, bukan karena rasa itu indah membuncah, tapi karena rasa itu menoreh sesuatu bernama sesak dan gundah.

Bagai duri yang bernyawa, menohok apa saja yang ada dihadapannya, bagai jarum yang meletuskan balon hijau, membuat semuanya kacau.

Bagai duri yang bernyawa, menusuk tanpa belas, menggores tanpa kasih, dan pergi tanpa pamit.

Bagai duri yang bernyawa, meninggalkan bekas yang disebut dengan luka, luka mendalam yang membuat tetesan darah patah hati mengalir begitu deras, menimbulkan rasa sesak yang memenuhi rongga dada, menahan oksigen menyapa untuk sekedar aku menghela, menyisakan aku yang mati karena sesak, mati karena gundah, mati karena tak tahu arah untuk memulihkan semua.

Duriku, bagai duri yang bernyawa.




(Saturday, June 6th 2015. Cahya Puteri Abdi Rabbi.)



Monday, 16 March 2015

What's wrong with "Selfie" ?

Haiiii :D
Santai santai, kali ini bukan kata-kata curahan hati yang gue post hehe, gue mau ngomongin soal "Selfie".
Gatau kenapa, gue jengah aja tiap kali gue selfie pasti orang-orang di sekitar pada ngeliatin gue gitu, seakan-akan selfie adalah hal teraneh yang pernah dilakukan-_-

First of all, kita cari tahu bareng-bareng yuk, apa sih selfie itu?
Mungkin selama ini yang kita tahu, selfie adalah foto pake kamera depan dengan atau tanpa atribut tambahan kaya tongsis dan Fisheye, dan mungkin masih banyak atribut pembantu selfie yang lain.

So guys, Selfie adalah kepanjangan dari Self-potrait, yaitu teknik mengambil foto diri sendiri tanpa bantuan orang lain, alias foto selfie yang diambil menggunakan tangan sendiri. Foto selfie biasanya dilakukan pada moment-moment tertentu, kaya misalnya lagi jalan-jalan,makan di cafe, atau yang lain yang menurut si pelaku selfie moment tersebut adalah moment penting yang kudu diabadikan.

Jadi gini, gue termasuk orang yang suka selfie walaupun bukan maniac selfie yaaa-_- Gue juga suka mengabadikan moment-moment tertentu atau pas gue lagi pake baju bagus gitu,nah baru dah tuh gue demen selfie wkwk. Abaikannnnnnn!

Gini deh gini...
Kalian pasti pernah selfie kan? Nah pernah ga sih, pas kalian lagi enak-enaknya selfie trus di sekitar kalian orang-orang pada ngeliatin dengan lirikan mata yang seakan-akan berbicara,"Are you fucking kidding me? Ini tempat umum dan lo ga malu sama sekali buat pamer-pamer senyum atau bahkan manyunin bibir?"
Kalian tau, rasanya tuh orang-orang pengen gue timpuk pake hape-_-*engga deh becanda* Sekarang gue nanya nih, salah ga sih kalo kita selfie? Gue yakin kalian kompak jawab engga. Gue nanya lagi nih, salah ga sih kalo kita selfie ditempat umum? Lagi-lagi gue yakin kalian pasti jawab engga. Yakaliiii lo selfie sambil ngeringkuk didalem kamar atau dikamar mandi, kan ga banget bro-_-

Gue juga yakin, orang-orang yang memberikan pandangan kaya gitu disaat ada yang lagi selfie disekitarnya pasti pernah selfie juga. Trus masalah mereka apa? Kok ngeliatin orang lagi selfie sampe segitunya??!! Rasanya gue pengen teriak kaya gitu didepan mereka.

Bukan, ini bukan karena gue emosi gara-gara pas selfie diliatin sampe segitunya, gue malah ngerasa Am I fabulous?
Emang aneh ya kalo kita selfie? Kan engga, sekalipun gasuka selfie,pasti kalian suka difoto kan, hayooo ngakuuuu;;) Siapa yang gamau difoto disaat-saat penting apalagi pas jalan sama orang tercinta *ngasikkk.

Mengabadikan moment-moment tertentu itu menurut gue penting loh, karena kejadian hari ini gaakan mungkin terulang lagi dikemudian hari, even though lo masih dengan orang yang sama tapi pasti kejadiannya beda dan gaakan sama persis. Kecuali lo punya mesin waktu Doraemon yang bisa bikin lo balik lagi ke kejadian yang lo inginkan, iya ga sih?

So guys, c'mon! We must respect each other!
Disaat ada orang yang sedang melakukan aktifitas yang diinginkannya semacam selfie,  ya kita biasa aja, liat boleh tapi ya jangan dengan pandangan yang menganggu ditambah cibiran-cibiran gituloh.
Menurut gue, selama aktifitas or kegiatan yang dilakukan positif dan ga mengganggu orang sekitar ya biarin aja, toh cuma selfie.

Okey, that's all for today yaaa :)
Sorry banget inimah ya kalo post kali ini agak gimana-gimana, tapi gue beneran ga bermaksud loh._.v Ini berdasarkan pengalaman yang gue alamin barusan. No offense ya :) I'm just sharing. If you don't like,just ignore without having to be sneering each other :) Agree fellas? :)



Wednesday, 25 February 2015

Kusebut ini, penantian.

Kala diriku dirundung gelisah, sepi dan tak tahu harus apa.
Aku mengingatmu, seketika aku rindu.
Namun, seketika kembali aku termenung.
Aku masih dalam penantianku.

Penantian yang panjang, bahkan tak bosan untuk aku lakukan.
Walau kini hatiku bimbang dan selalu bertanya, masihkah ada harapan untukku saat ini?
Ku yakin ini yang biasa disebut orang dengan kekuatan cinta, tak peduli dengan apa yang didapatkan walau lelah dalam prosesnya.

Penantian...
Hari demi hari kulalui masih dengan tanya.
Hari demi hari kulalui tanpa jawaban.
Haruskah aku menyerah dalam penantianku selama ini?
Ku mantapkan hatiku dan berkata, TIDAK.

Karena...
Karena aku yakin tidak ada yang tidak mungkin didunia ini.
Dan aku masih yakin dengan hadirnya keajaiban.
Yang kini ku lakukan hanya berdoa dan berharap, walaupun kurasa sulit untuk menembus semua keinginan yang ku haturkan dalam doaku.
Ku tetap menanti, menanti sebuah keajaiban,
Ku tetap menanti, menanti sebuah jawaban,
Dari penantianku selama ini.

Biarlah bila yang ku nantikan tidak menghendakiku untuk menantinya.
Hatiku sudah berkata aku harus tetap menanti, walau sulit dan teramat rumit proses yang kujalani ini.
Ku tahu, penantianku tidak akan sia-sia. Maksudku, ku harap.

Ya, kusebut ini penantian.
Penantian panjang penuh peluh dan warna.
Kadang cerah, kadang kelabu.
Kadang berawan, kadang hujan.

Kau tahu?
Aku menikmati semua proses penantian ini selama kau masih bisa kulihat walau hanya dalam diam.
Aku menikmati semua proses penantian ini selama kau masih bisa memberikan seulas senyum padaku walau bukan senyum setulus yang aku harapkan.
Aku menikmati semua proses penantian ini selama aku masih bisa mendengar suaramu walau tak dapat sesering yang aku harapkan.
Aku menikmati semua proses penantian ini selama kau.......................

Masih mengizinkanku untuk tetap mengenal dirimu.

Saturday, 27 December 2014

Kaleidoskop 2014 : Cahya Puteri Abdi Rabbi

Hi.... Long time no see everyone (:

Santai aja, kali ini aku cuma ingin kilas balik mengenai semua peristiwa selama 2014 ini. Key, Let's start!


JANUARI 2014
  Tidak banyak peristiwa penting di bulan pertama pada tahun 2014 ini, hanya 1 tanggal menurutku yaitu 12 Januari, tepat di tanggal ini adalah ulang tahun salah satu idolaku, Zayn Malik. Selebihnya aku hanya melewati hari-hari biasa seperti tahun-tahun sebelumnya.

FEBRUARI 2014
  Ini bulan paling istimewa dan yang paling kutunggu di setiap tahunnya. Aku berulang tahun pada bulan ini, tepat pada tanggal 11 Februari. Di ulang tahunku yang ke-16 ini adalah ulang tahun pertamaku di bangku SMA dan ulang tahun pertama yang kulalui ketika aku memiliki "pacar". Di bulan ini Ayahku juga berulang tahun tepat pada tanggal 28 Februari. Oiya, idolaku juga berulang tahun pada tanggal 1 Februari, Harry Styles. Selebihnya aku hanya melewati hari-hari biasa seperti tahun-tahun sebelumnya.

MARET 2014
  Di bulan ini tidak ada tanggal maupun peristiwa spesial, semua berjalan biasa saja seperti sebelumnya.

APRIL 2014
  Di bulan ini Ibuku berulang tahun pada tanggal 18 April. Di bulan ini juga hubunganku dengan yang selama ini kusebut sebagai "pacar" berakhir pada tanggal 12 April. Kujalani hari-hariku dengan lebih santai,bebas dan bahagia.

MEI 2014
  Adik keduaku berulang tahun pada bulan ini, tanggal 26 Mei.
  Di bulan ini pengumuman penting diumumkan. Saat itu kuingat aku sedang berada di ruang kelas sambil scroll down timeline twitterku. Sampai pada saat yang ditunggu, salah satu akun fanbase One Direction mengumumkan bahwa pada tanggal 25 Maret 2015 One Direction akan mengadakan konser di Jakarta. Penjualan tiket akan dilaksanakan pada tanggal 31 Mei di Mall Kota Kasablanka, pulang kerumah aku langsung mengutarakan niatku pada kedua orang tuaku untuk menonton konser nanti, dan Alhamdulillah mereka menyetujui dan memperbolehkan.
  Pada tanggal 31 Mei 2014 aku berangkat bersama temanku. Kami berangkat pukul 4 pagi dan aku rela mengantri demi selembar tiket sampai pada akhirnya dibubarkan polisi karena beberapa masalah promotor dengan pihak kepolisian. Baca lengkapnya di https://www.facebook.com/cahyaputeri/posts/848589668504119

JUNI 2014
  Di bulan ini aku mencoba peruntunganku untuk membeli tiket konser One Direction pada tanggal 02 Juni secara online, tepat pada saat itu aku sedang melaksanakan ujian kenaikan kelasku. Aku menyerahkan urusan pembelian tiket kepada om-ku. Was-was menunggu hasil, akhirnya aku berhasil mendapatkan tiket untuk menonton konser pada Maret 2015 nanti.
  Tanggal 08 Juni adik pertama dan "mantan pacarku" berulang tahun. well, aku masih mengingat bahwa itu tanggal ulang tahun ex boyfriendku.
  Tanggal 17 Juni aku dikejutkan dengan berita kecelakaan dari salah satu sekolah di daerah Cengkareng yang memakan 8 korban jiwa, turut berduka atas kejadian tersebut. Namun dibalik duka itu, aku diperkenalkan dengan tetanggaku selama 3 tahun terakhir ini, tetanggaku ini baru menyadari bahwa aku adalah tetangganya selama 3 tahun terakhir, padahal aku sudah mengetahuinya lebih dulu, jauh sebelum dia mengenaliku sebagai tetangganya. Disinilah kedekatanku dengannya dimulai.
  Di bulan ini juga, pada tanggal 26 Juni 2014, pertemuan pertamaku dengannya dengan status kami yang "saling mengenal". Oculus adalah film pertama yang aku tonton dengannya. Mengawali kedekatanku dengannya.

JULI 2014
  Pada tanggal 01 Juli aku kembali pergi ke bioskop dengannya, kali ini Transformer yang menjadi pilihan kami setelah sebelumnya kami merencanakan untuk pergi ke taman wisata alam mangrove. Tak dapat kupungkiri betapa senangnya aku ketika malam ini dia mengajakku untuk pergi ke mangrove, namun gagal.
  Tanggal 23 Juli adalah hari ulang tahun One Direction, suatu peristiwa dan tanggal penting bagiku.Oh I love One Direction so damn much! xx
  Pada tanggal 29 Juli aku menonton film Hijrah Cinta bersama sepupu kesayanganku. Salah satu teman menonton bioskopku.
  Pada tanggal 30 Juli aku pergi ke Mall Balekota untuk menonton film Kamar 207. Hey, kami memang hobi menonton film,Jadi jangan heran jika kaleidoskop kali ini dipenuhi dengan penjelajahanku bersamanya di bioskop. Tapi tunggu, kami? Mungkin hanya aku yang hobi.
  Tanggal 31 Juli akhirnya keinginan lamaku terwujud, aku pergi ke taman wisata mangrove bersamanya. Thanks to you, karena sudah ingin menemaniku waktu itu.

AGUSTUS 2014
Di bulan ini juga banyak kejadian istimewa. Mari kujabarkan satu persatu.
  Tanggal 9 Agustus aku pergi membeli Ice Cream dengannya, By the way, Aku Ice Cream lovers loh. Kurasa dia juga. Coba kau tanyakan?
  Tanggal 10 Agustus aku pergi melaksanakan rutinitasku setiap minggu, Car Free Day, tapi kali ini aku tidak pergi sendiri, lagi-lagi ditemaninya.
  Tanggal 19 Agustus aku kembali menjamah bioskop untuk menonton film The Expendables 3, Kali ini aku nekat, aku dan dia -teralu aneh jika menyebutnya dengan kami/kita- memilih jam film 20.00 WIB, kalian tahu film itu selesai jam berapa? 22.00 WIB dan aku tiba dirumah pukul 23.00 WIB, habislah aku dengan semua omelan ibuku, bahkan aku lupa jika keesokan harinya aku harus seminar di puncak selama 2 hari dan belum mempersiapkan apapun.
  Tanggal 22 Agustus aku menonton film Hantu Pohon Boneka dengan sahabat sekaligus teman sebangkuku.
  Tanggal 23 Agustus aku dan dia kembali menjalani hobi yaitu menonton film. Kali ini Taman Langsat Mayestik dan Guradians of the Galaxy yang menjadi pilihan aku dan dia. Movie Marathon, you know?
  Tanggal 29 Agustus adalah hari ulang tahun Daddy Liam Payne.

SEPTEMBER 2014
  Tanggal 13 September adalah hari ulang tahun si baby Ireland Niall Horan.
  Tanggal 17 September aku dan dia peringati sebagai "Hari kenalnya kita", "Hari pertemanan" kalau untuk orang pacaran ini yang biasa dinamakan "Mensive atau Anniversary." Aku dan dia menonton film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck Extended dengan durasi 169 menit. Well, pegal yang kurasa dapat terbayar dengan adanya dia disampingku. What the?-_-
  Tanggal 20 September aku dan dia pergi ke bioskop lagi kali ini untuk menonton film 13, film yang seharusnya untuk umur 22 tahun ke atas tapi aku dan dia dengan mudahnya lolos untuk menonton film tersebut, sebutlah aku dan dia anak nakal karena melanggar perundang-undangan bioskop. Ngaco. Mana ada perundang-undangan bioskop?-_- 
  Tanggal 28 September aku dan dia menonton film, kali ini The Maze Runner yang menjadi pilihan. Jika kalian bertanya apakah aku dan dia tidak bosan selalu ke bioskop? Jawabanku tidak. Tapi gatau deh kalo dia.

OKTOBER 2014
  Tanggal 03 Oktober aku menonton film Haji Backpacker lagi-lagi dengan sahabat sekaligus teman sebangkuku, dia memiliki hobi menonton film karena tertular dariku, I guess.
  Tanggal 08 Oktober aku menemaninya untuk membeli kue sebagai hadiah memperingati ulang tahun pernikahan orang tuanya. Kalian tahu? Aku saat itu baru saja pulang dari seminar di Teater Besar, Taman Ismail Marzuki, dengan membuang rasa lelah yang hinggap, aku menemaninya malam itu setelah diizinkan pergi oleh orang tuaku.
  Tanggal 18 Oktober aku dan dia menonton film bergenre horror  yang menurutku menjadi film terlaris dan paing banyak diminati yaitu Annabelle dan kali ini aku dan dia mengulang Movie Marathon, sebelum menonton Annabelle kami menonton Tiga Nafas Likas terlebih dahulu.
  Tanggal 31 Oktober aku lagi-lagi mendatangi bioskop untuk menjalankan hobiku, film kali ini adalah 99 Cahaya di Langit Eropa Final Edition. Bukan, film ini tidak ku tonton bersamanya, tapi dengan 2 teman sekelasku.

NOVEMBER 2014
  Tanggal 01 November aku menyaksikan film Tak Kemal Maka Tak Sayang bersama teman satu kegiatan ekstarkulikulerku.
  Tanggal 02 November aku memberanikan diri untuk mengajaknya menonton fim FURY, kebetulan dia mengingkan hal yang sama, Well thanks God! Tapi, kurasa berbeda dengan menonton film-film sebelumnya, seperti diantara kami tidak saling mengenal. Aku sih merasa begitu. Dan benar saja, FURY dan tanggal 02 November 2014 adalah menjadi hari terakhir aku dan dia mengahabiskan waktu bersama, I mean quality time. Tidak ada yang menarik lagi setelah itu. Aku merasa.... hampa? Entahlah.
  Tanggal 03 November aku mengunjungi bioskop lagi dengan teman satu ekskulku, kali ini film OUIJA yang menjadi pilihan.
  Tanggal 21 November adalah tanggal bersejarah juga untukku, karena grup teaterku, Nona Tetra menampilkan lakon kami yaitu, CIPOA dalam rangka Festival Teater Pelajar Jakarta ke-13.
  Tanggal 22 November aku memutuskan untuk mendapatkan hak Me Time ku, aku pergi ke bioskop lagi untuk menghilangkan kejenuhanku dan menonton film yang sudah aku tunggu-tunggu yaitu INTERSTELLAR, film Sci-Fi yang menyajikan visualisasi mengenai luar angkasa yang menakjubkan. 10 jempol untuk film ini!
  Tanggal 23 November adalah hari kedua di sesi Me Time ku, aku kembali mengunjungi bioskop untuk menonton film yang ramai diperbincangkan juga, The Hunger Games : Mockingjay Part 1

DESEMBER 2014
  Member favoriteku di One Direction berulang tahun pada tanggal 24 Desember. Louis Tomlinson, he's 23rd now.
  Pendekar Tongkat Emas, Ini adalah quality time pertamaku di bioskop bersama keluarga. Biasanya aku pergi sendiri atau bersamanya. Ya,kalian tahu siapa yang aku maksud dengan nya.
Tanggal 25 Desember aku dan keluargaku pergi menonton film

Itu kaleidoskopku atau kilas balik semua peristiwa penting sepanjang tahun 2014 ini, aku memang pecinta film dan jika ada kesempatan satu-satunya tempat yang kutuju adalah bioskop. Di tahun ini aku juga senang dapat mengenal orang yang saat ini masih berarti dan namanya belum hilang dari daftar orang tercintaku. Tahun ini aku juga berterimakasih karena grup teaterku meraih gelar sebagai Grup Terbaik ke II dan Artistik Terbaik dalam Festival. Tahun ini juga aku dan keluargaku mendapatkan quality time yang jarang kami dapatkan di waktu waktu sebelumnya. Terimakasih Tuhan... Atas semua anugerahmu di tahun 2014 ini, semoga selalu ada hari-hari bahagia lain di tahun selanjutnya. Thanks to 2014 and welcome 2015!!!



** Hope y'all not boring kalau baca post kali ini, kalian bisa berbagi kaleidoskop kalian dan akan aku post as Friends Caleidoscope. Bisa kalian share via email di cahyaputeri11@gmail.com atau via Facebook : Cahya Puteri A R . Bagi ceritamu disini, bagi pengalaman terbaikmu disini. HAPPY NEW YEAR 2015!  HAVE A GREAT LIFE IN THE NEXT YEAR! GOD BLESS YOU ALL!! LOVE YOU GUYS<3 **





Tuesday, 11 November 2014

Dengan siapa aku berbicara tentangmu?

Dalam sunyi....
Ku pejamkan mataku
Ku bayangkan dirimu
Ku lihat senyummu
Sungguh, Indahnya dirimu...

Dalam hening....
Ku pejamkan mataku
Ku bayangkan dirimu
Ku dengar suaramu
Sungguh, Indahnya dirimu...

Dalam malam....
Ku pejamkan mataku
Ku bayangkan dirimu
Ku lihat kamu bersenda gurau dengan seseorang disebrang sana, yang hanya dapat kau dengar suaranya.
Apakah itu aku? Kuharap itu aku.

Dalam hangatnya sinar mentari....
Ku pejamkan--- Tidak, cukup untuk melihatmu yang hanya ada dalam bayangan.
Cukup untuk melihat semua tentangmu yang hanya ada dalam angan.

Dalam rindu, aku mencoba bertahan.
Dalam cinta, aku coba bertahan dan mempertahankan.
Apa yang aku pertahankan? Rasa.

Rasa? 
Iya rasa.
Cinta? 
Iya cinta.
Untuk siapa?  
Untuknya.
Dia?  
Iya, dia yang selama ini ada. Yang kusebut sebagai....
Sebagai apa?  
Mr. Friedrice
Tapi.... Apakah?
Iya aku tahu.
Tetapkah kamu bertahan? 
Iya.
Bagaimana dengan hatimu? 
Akan baik-baik saja.
Bagaimana dengan dirinya? 
Kuharap dirinya sama sepertiku.
Sama?
Iya, memiliki rasa yang sama,melakukan hal yang sama,merindukan---
Pernahkah kamu dirindukan? 
Kuharap pernah. Atau mungkin memang pernah.
Apa kau hanya bisa berharap?  
Memang hanya itu yang bisa aku lakukan.
Bertindak?  
Bertindak apa? Memaksanya untuk merindukanku juga? Memaksanya untuk mencintaiku juga? Tidak bisa.
Kenapa?  
Cinta tidak akan pernah bisa dipaksakan. Cinta datang karena terbiasa.
Bagaimana kalau dia tidak pernah terbiasa?  
Jangan tanya aku.
Mengapa? 
Karena aku tidak tahu.
Cari tahu? 
Tidak.
Kenapa?  
Itu akan mengganggunya.
Apakah dia akan tetap terganggu jika yang bertanya itu kamu?
Mungkin saja.
Bukankah kamu orang yang dicintainya?
Cukup.
Kenapa?
Aku ingin---
Mundur?
Tidak.
Lalu?
Aku ingin melanjutkan melihatnya dalam bayangan.
Lihat langsung?
Sulit.
Kenapa?
Dia jauh.
Jauh?
Iya.
Bukankah hanya beberapa langkah?
Itu rumahnya, bukan dirinya.
Jadi dirinya jauh?
Tidak juga.
Lalu apa?
Sulit menemukan waktu untuk bertemu.
Kenapa?
Dia sibuk.
Dengan yang lain?
Bukan.
Lalu?
Dengan sekolahnya,mungkin.
Kau ragu?
Tidak.
Kau mencintainya?
Iya, tentu.
Amat sangat mencintainya?
Iya.
Kenapa?
Aku tidak punya alasan mengapa aku mencintainya.
Kenapa?
Karena jika aku masih memiliki alasan dalam mencintai, maka yang aku rasakan bukanlah cinta.
Lalu apa?
Kalkulasi, ketertarikan sesaat.
Jadi, kau akan terus menunggunya?
Iya.
Apa yang kau tunggu?
Sesuatu yang tak perlu kau tahu. 
Jadi dia tidak tahu bahwa kau menunggunya?
Kuharap tahu.
Lagi-lagi berharap. Tidak bosan?
Mengapa harus bosan?
Baiklah kalau begitu. Kau memang sulit ditebak jika sudah cinta.
Itulah aku.
Tetaplah bertahan, walaupun akan berujung---
Tidak akan ada ujungnya.
Benarkah?
Iya. Penantianku tidak akan berujung, begitupun dengan cintaku.
Kuharap ia sama sepertimu.
Kau berharap juga?
Iya. Karena aku adalah kamu.
Sudah kuduga.


Entah dengan siapa aku berbicara, topiknya memang hanya kamu. Terimakasih telah memenuhi hati dan pikiranku. Aku mencintaimu.



 

Friday, 3 October 2014

Surat Rinduku

Untukmu yang berjarak tak terlalu jauh dariku...

Masih sering ku pejamkan mata disaat hati ini meronta menyebut namamu. Aku menyukai apa yang kulihat pada saat aku memejamkan mataku, semua seperti film yang terputar dengan sendirinya, gambaran-gambaran ketika aku bersamamu tervisualisasi begitu jelas.

Pertama kali kita bertegur sapa sebagai dua orang yang saling mengenal setelah sekian lama aku tahu dirimu tanpa dirimu yang mengetahuiku. Aku masih ingat apa yang kau kenakan pada saat itu. Tahukah kamu? Aku merindukan saat-saat itu...

Memori demi memori , gambaran demi gambaran terlukis jelas tanpa ada yang terlewat. Sungguh, aku merindukan itu semua...

Pertama kali aku mendengar suaramu melalui sambungan telepon, aku tak henti menyunggingkan senyum walaupun aku tahu kau tak melihatku tersenyum.

Disaat aku berada di dekatmu dan saat aku berada disampingmu, jantungku tak pernah berhenti berdetak lebih cepat, darahku dapat kurasa berdesir hebat. Ketahuilah, aku mengalami puncak euforia pada saat itu.

Kuperdalam penglihatanku pada saat terpejam, kulihat diriku sedang berkirim pesan ria denganmu. Masih kuingat, pesan singkat yang kau kirimkan dapat membuat hatiku meletup kesenangan layaknya popcorn yang baru matang. Lagi-lagi, bibirku tak henti mengukir senyum. Aku merindukannya...

Sekarang, hatiku penuh dengan tanya. Pertanyaan yang akan membuatku menitikkan air mata jika kuketahui jawabannya.
Masihkah ada aku?
Masihkah kau mengenalku?
Masihkah rasa itu sama seperti yang terakhir kali kuketahui?
Masihkah aku pantas untuk mengharapkanmu?

Surat rindu ini aku tuliskan bukan hanya untuk menunjukkan seberapa besar ku merindumu, tapi juga untuk mengetuk hatimu bahwa disini ada aku yang tak henti memikirkan,merindu dan mencintaimu.

Surat rindu ini bukan hanya sebuah tulisan yang aku publikasikan, ini perwakilan dari semua yang terpendam dan terkubur indah dihatiku selama ini.

Aku merindukanmu, merindukan suaramu, merindukan senyummu, merindukan keramahanmu, merindukan apapun tentangmu, AKU MERINDUKANMU...

Terabaikannya aku, terlupakannya aku bukanlah suatu hal yang dapat membuatku menyerah pada perjalanan rasa ini.

     Tapi, aku mengerti dan mengetahui bahwa semua yang tengah berlangsung kini adalah cobaan dan ujian untuk diriku dan keteguhan hatiku dalam meperjuangkan cinta.
          Salahkah aku, jika aku menjadi seorang pejuang cinta?
Kurasa tidak ada salahnya.

Ketahuilah, aku tidak akan pernah berhenti mencintaimu, aku tidak akan pernah berhenti berjuang untuk rasa yang selama ini aku simpan, aku persembahkan hanya untukmu.

Untukmu yang aku rindu,
   Lihat ku disini, begitu letih rasanya aku menahan rindu tak terbalas ini.
  Coba lihat aku sebentar saja. Perlihatkan senyummu untukku sekali saja. Sungguh aku merindukanmu. 
Izinkan aku memanggilmu dengan sebutan yang selama ini aku gunakan untuk memanggilmu.
Izinkan aku memiliki dan merasakan moment indah bersamamu lagi.
Izinkan aku mendengar suara,tawa dan candamu.
Izinkan aku menerima pesan singkatmu yang menunjukkan bahwa kau peduli dan mengingatku.
Izinkan aku merasakan kita yang dulu, kita yang tak berjauhan, kita yang masih bertukar senyum, kita yang masih saling bersenda gurau, kita yang masih saling mengingat.

Aku rindu saat kau bernyanyi.
Aku rindu saat kau bercerita menjelang waktu tidurku.
Aku rindu semuanya.
AKU RINDU KAMU...

Selama aku... Masih bisa bernafas... Masih sanggup berjalan...Ku kan selalu memujamu...
Dengar laraku... Suara hati ini memanggil namamu... Karena separuh aku... Dirimu...



DENGARKAN AKU... KU MERINDUKANMU......



Love,
Yang merindukanmu...

-C-