#top-social-profiles{height:42px;text-align:right}#top-social-profiles img{margin:0 6px 0 0px !important} #top-social-profiles img:hover{opacity:0.8} #top-social-profiles .widget-container{background:none;padding:0;border:0} .social-profiles-widget img{margin:0 6px 0 0} .social-profiles-widget img:hover{opacity:0.8}

Total Pageviews

Friday, 3 October 2014

Surat Rinduku

Untukmu yang berjarak tak terlalu jauh dariku...

Masih sering ku pejamkan mata disaat hati ini meronta menyebut namamu. Aku menyukai apa yang kulihat pada saat aku memejamkan mataku, semua seperti film yang terputar dengan sendirinya, gambaran-gambaran ketika aku bersamamu tervisualisasi begitu jelas.

Pertama kali kita bertegur sapa sebagai dua orang yang saling mengenal setelah sekian lama aku tahu dirimu tanpa dirimu yang mengetahuiku. Aku masih ingat apa yang kau kenakan pada saat itu. Tahukah kamu? Aku merindukan saat-saat itu...

Memori demi memori , gambaran demi gambaran terlukis jelas tanpa ada yang terlewat. Sungguh, aku merindukan itu semua...

Pertama kali aku mendengar suaramu melalui sambungan telepon, aku tak henti menyunggingkan senyum walaupun aku tahu kau tak melihatku tersenyum.

Disaat aku berada di dekatmu dan saat aku berada disampingmu, jantungku tak pernah berhenti berdetak lebih cepat, darahku dapat kurasa berdesir hebat. Ketahuilah, aku mengalami puncak euforia pada saat itu.

Kuperdalam penglihatanku pada saat terpejam, kulihat diriku sedang berkirim pesan ria denganmu. Masih kuingat, pesan singkat yang kau kirimkan dapat membuat hatiku meletup kesenangan layaknya popcorn yang baru matang. Lagi-lagi, bibirku tak henti mengukir senyum. Aku merindukannya...

Sekarang, hatiku penuh dengan tanya. Pertanyaan yang akan membuatku menitikkan air mata jika kuketahui jawabannya.
Masihkah ada aku?
Masihkah kau mengenalku?
Masihkah rasa itu sama seperti yang terakhir kali kuketahui?
Masihkah aku pantas untuk mengharapkanmu?

Surat rindu ini aku tuliskan bukan hanya untuk menunjukkan seberapa besar ku merindumu, tapi juga untuk mengetuk hatimu bahwa disini ada aku yang tak henti memikirkan,merindu dan mencintaimu.

Surat rindu ini bukan hanya sebuah tulisan yang aku publikasikan, ini perwakilan dari semua yang terpendam dan terkubur indah dihatiku selama ini.

Aku merindukanmu, merindukan suaramu, merindukan senyummu, merindukan keramahanmu, merindukan apapun tentangmu, AKU MERINDUKANMU...

Terabaikannya aku, terlupakannya aku bukanlah suatu hal yang dapat membuatku menyerah pada perjalanan rasa ini.

     Tapi, aku mengerti dan mengetahui bahwa semua yang tengah berlangsung kini adalah cobaan dan ujian untuk diriku dan keteguhan hatiku dalam meperjuangkan cinta.
          Salahkah aku, jika aku menjadi seorang pejuang cinta?
Kurasa tidak ada salahnya.

Ketahuilah, aku tidak akan pernah berhenti mencintaimu, aku tidak akan pernah berhenti berjuang untuk rasa yang selama ini aku simpan, aku persembahkan hanya untukmu.

Untukmu yang aku rindu,
   Lihat ku disini, begitu letih rasanya aku menahan rindu tak terbalas ini.
  Coba lihat aku sebentar saja. Perlihatkan senyummu untukku sekali saja. Sungguh aku merindukanmu. 
Izinkan aku memanggilmu dengan sebutan yang selama ini aku gunakan untuk memanggilmu.
Izinkan aku memiliki dan merasakan moment indah bersamamu lagi.
Izinkan aku mendengar suara,tawa dan candamu.
Izinkan aku menerima pesan singkatmu yang menunjukkan bahwa kau peduli dan mengingatku.
Izinkan aku merasakan kita yang dulu, kita yang tak berjauhan, kita yang masih bertukar senyum, kita yang masih saling bersenda gurau, kita yang masih saling mengingat.

Aku rindu saat kau bernyanyi.
Aku rindu saat kau bercerita menjelang waktu tidurku.
Aku rindu semuanya.
AKU RINDU KAMU...

Selama aku... Masih bisa bernafas... Masih sanggup berjalan...Ku kan selalu memujamu...
Dengar laraku... Suara hati ini memanggil namamu... Karena separuh aku... Dirimu...



DENGARKAN AKU... KU MERINDUKANMU......



Love,
Yang merindukanmu...

-C-






No comments:

Post a Comment