#top-social-profiles{height:42px;text-align:right}#top-social-profiles img{margin:0 6px 0 0px !important} #top-social-profiles img:hover{opacity:0.8} #top-social-profiles .widget-container{background:none;padding:0;border:0} .social-profiles-widget img{margin:0 6px 0 0} .social-profiles-widget img:hover{opacity:0.8}

Total Pageviews

Wednesday, 25 February 2015

Kusebut ini, penantian.

Kala diriku dirundung gelisah, sepi dan tak tahu harus apa.
Aku mengingatmu, seketika aku rindu.
Namun, seketika kembali aku termenung.
Aku masih dalam penantianku.

Penantian yang panjang, bahkan tak bosan untuk aku lakukan.
Walau kini hatiku bimbang dan selalu bertanya, masihkah ada harapan untukku saat ini?
Ku yakin ini yang biasa disebut orang dengan kekuatan cinta, tak peduli dengan apa yang didapatkan walau lelah dalam prosesnya.

Penantian...
Hari demi hari kulalui masih dengan tanya.
Hari demi hari kulalui tanpa jawaban.
Haruskah aku menyerah dalam penantianku selama ini?
Ku mantapkan hatiku dan berkata, TIDAK.

Karena...
Karena aku yakin tidak ada yang tidak mungkin didunia ini.
Dan aku masih yakin dengan hadirnya keajaiban.
Yang kini ku lakukan hanya berdoa dan berharap, walaupun kurasa sulit untuk menembus semua keinginan yang ku haturkan dalam doaku.
Ku tetap menanti, menanti sebuah keajaiban,
Ku tetap menanti, menanti sebuah jawaban,
Dari penantianku selama ini.

Biarlah bila yang ku nantikan tidak menghendakiku untuk menantinya.
Hatiku sudah berkata aku harus tetap menanti, walau sulit dan teramat rumit proses yang kujalani ini.
Ku tahu, penantianku tidak akan sia-sia. Maksudku, ku harap.

Ya, kusebut ini penantian.
Penantian panjang penuh peluh dan warna.
Kadang cerah, kadang kelabu.
Kadang berawan, kadang hujan.

Kau tahu?
Aku menikmati semua proses penantian ini selama kau masih bisa kulihat walau hanya dalam diam.
Aku menikmati semua proses penantian ini selama kau masih bisa memberikan seulas senyum padaku walau bukan senyum setulus yang aku harapkan.
Aku menikmati semua proses penantian ini selama aku masih bisa mendengar suaramu walau tak dapat sesering yang aku harapkan.
Aku menikmati semua proses penantian ini selama kau.......................

Masih mengizinkanku untuk tetap mengenal dirimu.

No comments:

Post a Comment