Tiada kusangka... Tak ada tangis saat kau pergi begitu saja...
Mustahil memang jika tak ada rentetan air mata yang turun ketika seseorang baru lepas dari orang yang dicintainya.
Mustahil memang jika seseorang tidak sakit hati dan meratapi seseorang yang dicintai pergi dari sisi,hati dan hidupnya. Bukan, bukan pergi untuk selamanya, tetapi pergi karena ada yang lebih menarik hatinya.
Mustahil memang bagi seorang wanita untuk dapat merelakan sosok pria yang selalu menemaninya.
Hmm.. Semua memang terlihat mustahil.
Tapi...
Mengapa tidak denganku?
Aku memang tak meneteskan sedikitpun air mata ketika kau memutuskan untuk pergi begitu saja.
Aku juga dapat dengan mudah merelakanmu untuk pergi dariku dan bahagia dengan yang lain.
Bahkan, Aku dapat menghirup udara bebas setelah sekian lama tak dapat berkutik bagaikan burung didalam sangkar ketika aku masih bersama denganmu.
Yes, I'm free like a bird now.
Mungkin pernah ku menangis...
Aku memang pernah menangis---bahkan sering--- saat aku masih bersama denganmu. Tak jarang otakku berputar mencari jawaban atas pertanyaanku sendiri, "Mengapa kau hobi melihat dan membuatku menangis?"
Mungkin diriku pernah tersakiti...
Selain menangis, tak jarang juga aku merasakan sakit hati yang amat sangat karena tingkah lakumu. Otakku kembali berputar untuk mencari jawaban atas pertanyaanku (lagi), "Mengapa kau senang sekali membuatku sakit hati?"
Terimakasih kau tlah mendua...
Ah! Ternyata selama ini kau tidak memberikan sepenuh hatimu padaku. Hatimu terbagi dua--bahkan tiga--. Tapi... Aku tak dapat berbuat apa-apa, bertahan adalah sesuatu yang percuma. Aku hanya berterimakasih atas semua Sandiwara Cinta yang kau berikan, ternyata aktingmu lebih baik dari pemain-pemain teater sekolah. Aku bahkan tetap terbuai oleh bujuk rayumu.
Terimakasih kamu... Terimakasih telah mendua...
Hey! Read my sarcasm tone ;)
Namun kini ku kembali... Coba nikmati indahnya dunia...
Aku bukanlah tipe wanita yang terpuruk terlalu lama, memang jika aku menghadapi situasi yang sulit akan banyak jalan pintas yang aku ambil untuk sekedar melepas beban dari semua kekalutanku karenamu.
Tapi kini ku kembali, membuang semua kenangan buruk dan kesedihanku, menyesali setiap tetes air mata yang keluar hanya untukmu.
Tiada lagi bayangan dirimu... Yang slalu mencoba menahanku...
Seperti yang sebelumnya aku katakan, I'm free like a bird. Yap! Sekarang aku bebas untuk melakukan apapun semauku tanpa harus takut ada yang cemburu atau menghalangi. Lain halnya ketika aku masih bersamamu, Ah aku seperti tak bisa berkutik saat ingin melakukan sesuatu. Berpikir terlebih dahulu apakah kamu menyukai apa yang aku sukai? Apakah kamu menyukai apa yang aku lakukan? Apakah kamu tidak cemburu ketika aku lebih memilih hangout dengan teman-temanku?
Cause I'm moving on...
Move on? Sulit memang. Tapi jika ada kemauan untuk lepas dari keterpurukan, move on adalah suatu hal yang mudah. Terpuruk hanya karna seseorang yang tidak lagi menyayangimu, terpuruk hanya karna seseorang yang tidak lagi menaruh perhatiannya padamu, terpuruk hanya karna orang yang telah menyia-nyiakan kasih sayangmu, mengabaikan semua orang yang peduli padamu dan tetap menyendiri meratapi nasib yang ditinggal kekasih.Masih banyak hal yang lebih baik..
Apa pernah terpikir ia juga melakukan hal yang sama sepertimu ketika hubungan kalian berakhir? Aku rasa tidak.
Life must go on.. And I'm moving on ;)
No comments:
Post a Comment